Kopi Kenangan dan UNUD Dorong Pertanian Berkelanjutan di Desa Lembean, Kintamani

Bangli, 24 Oktober 2026 — Kopi Kenangan berkolaborasi dengan Universitas Udayana (UNUD) menyelenggarakan Sekolah Lapangan Pertanian Berkelanjutan (SLPB) di Desa Lembean, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada Sabtu (24/10). Program ini melibatkan perwakilan petani binaan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan praktik budidaya yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh perhatian terhadap penggunaan pestisida kimia sintetis secara berlebihan pada budidaya jeruk dan kopi di Kintamani. Melalui pembelajaran bersama ahli dan praktisi, petani diajak memahami dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, dan keamanan pangan, sekaligus mengenali langkah untuk mengurangi risiko tersebut.


Memahami Kondisi Tanah dan Pengelolaan Hama

Putu Oki Bimantara, S.P., M.Agr., memaparkan hasil uji laboratorium tanah sebagai data dasar untuk memahami kondisi residu kimia dan tingkat kesuburan tanah di lahan pertanian. Data ini menjadi pijakan dalam merencanakan pengelolaan lahan serta mengevaluasi perubahan kondisi tanah ke depan.

Dari sisi kesehatan, Made Pasek Kardiwinata, S.KM., M.Kes., memberikan edukasi mengenai bahaya paparan pestisida, termasuk risiko gangguan pernapasan dan iritasi kulit. Materi ini menekankan pentingnya perlindungan bagi petani dan keluarga melalui penanganan serta penggunaan pestisida secara aman.


Sementara itu, Dr. I Kadek Wisma Yudha, S.P., M.P., menyampaikan materi mengenai daftar pestisida yang mengacu pada rekomendasi Rainforest Alliance (RA) serta strategi praktis Pengelolaan Hama Terpadu (PHT). Pembahasan ini membekali petani dengan pengetahuan untuk mengelola hama secara lebih bijak dan mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia sintetis.


Membekali Petani dengan Keterampilan Praktis

Selain pendalaman materi, kegiatan SLPB mencakup pembekalan keterampilan pengolahan pupuk dari kotoran hewan (kohe), sosialisasi standar operasional prosedur (SOP) aplikasi pestisida yang aman, serta penekanan terhadap kewajiban penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).


Program ini juga mencakup pembuatan lahan percontohan atau demplot sebagai sarana pembelajaran untuk membandingkan efisiensi metode budidaya konvensional dengan praktik pertanian berkelanjutan. Melalui demplot, petani diharapkan dapat mengamati dan menilai penerapan metode budidaya secara langsung di lapangan.


Melalui kolaborasi ini, Kopi Kenangan dan Universitas Udayana berharap dapat meningkatkan pengetahuan petani, mendorong praktik budidaya yang lebih aman, serta menyediakan data dasar tanah untuk mendukung pengelolaan lahan dalam jangka panjang. Keterlibatan petani menjadi bagian penting dalam membangun pertanian berkelanjutan di Desa Lembean, Kintamani.