Seminar Nasional Pendampingan Mahasiswa/Alumni UPSUS 2019

Untuk kelima kalinya, Fakultas Pertanian Unud diberikan kepercayaan oleh Kementerian Pertanian RI, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) untuk menjadi perguruan tinggi mitra kegiatan pendampingan mahasiswa/alumni. Kegiatan Pendampingan Mahasiswa/Alumni dalam optimalisasi alsintan di Provinsi Bali didampingi oleh 25 orang mahasiswa/alumni dan 3 orang dosen pembimbing.

Sebagai bentuk evaluasi kegiatan pada tahun berjalan, dilaksanakan seminar nasional program pendampingan ini. Acara yang berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 13 Nopember 2019 sampai dengan tanggal 15 Nopember 2019, bertempat di Yogyakarta.

Delegasi Fakultas Pertanian Unud yang dipimpin oleh Dekan Dr. I Nyoman Gede Ustriyana menyertakan Dr. I Ketut Suamba (Ketua Panitia), Dr. I Made Sukewijaya (Sekretaris Kegiatan), Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, Ir. I Nyoman Dibia, M.Si., I Made Sukarata, I Gede Wahyu Pramartha, serta seorang alumni pendamping kegiatan Dewa Putu Arta Jaya, S.P.

Dr. I Made Sukewijaya (paling kiri) memaparkan hasil pendampingan mewakili Fakultas Pertanian Universitas Udayana.
Dewa Putu Arta Jaya presentasi mengenai hasil pendampingan yang dilakukan bersama tim.

Pada kesempatan penyampaian evaluasi serta pemaparan kegiatan pendampingan yang disampaikan oleh Dr. I Made Sukewijaya dilaporkan bahwa kegiatan pendampingan di wilayah Provinsi Bali masih sedang berjalan, sehingga pelaporan ini belum bisa menyimpulkan hasil keseluruhannya. Dilaporkan sementara bahwa distribusi alsintan cukup merata, namun belum seluruhnya terpenuhi untuk mendukung peningkatan produksi. Kegiatan pada tahun ini akan berakhir pada 22 Desember 2019. Dewa Arta juga pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini perlu dilanjutkan pada tahun mendatang untuk memberi kesempatan mahasiswa/alumni ikut berkiprah.

Ketua Panitia Kegiatan Pendampingan FP Unud, Dr. I Ketut Suamba juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menginspirasi terwujudnya mata kuliah blok magang mahasiswa FP Unud dengan 6 sks yang sebelumnya hanya 2 sks. Pada bagian lain, Dekan FP Unud, Dr. I Nyoman Gede Ustriyana sangat mendukung kegiatan pendampingan mahasiswa/alumni ini ke depannya agar semangat pembangunan pertanian itu muncul pada kaum milenial, khususnya lulusan FP Unud. (cho)

Seminar Hasil Penelitian Dosen 2019

Lima puluh judul penelitian dosen Fakultas Pertanian Universitas Udayana tampil pada Seminar Hasil Penelitian Dosen.  Acara yang diselenggarakan selama sehari ini merupakan event tahunan untuk mendiskusikan hasil penelitian yang dilakukan oleh dosen FP Unud. 

Pada kesempatan acara pembukaan, ketua panitia seminar, Dr. Ida Ayu Putri Darmawati memaparkan bahwa seminar yang berlangsung pada tanggal 8 Nopember 2019 ini diikuti oleh dosen dari berbagai skema penelitian hibah Kemenristek Dikti maupun dana hibah PNBP.  Selengkapnya dana Penelitian Unggulan Program Studi (PUPS) 30 judul, Penelitian Grup Riset 10 judul, Penelitian Invensi Udayana dan Penelitian Dasar masing-masing 2 judul.  Sedangkan Penelitian Dosen Muda, Penelitian Kerjasama Luar Negeri, Penelitan dan Publikasi Guru Besar, Hibah Inovasi, Penelitian Dasar Unggulan PT, dan Penelitian Terapan masing-masing 1 judul.  Seminar hasil penelitian ini dilaksanakan secara paralel pada 3 ruang sesuai dengan bidang sejenis, yaitu Agribisnis, Agroekoteknologi, dan Arsitektur Pertamanan.

Acara yang dibuka oleh Dekan FP Unud, Dr. I Nyoman Gede Ustriyana menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah merupakan salah satu bentuk tanggung jawab peneliti atas dana yang telah diperoleh dan selanjutnya sebagai bentuk penyebarluasan hasil penelitian di lingkungan para peneliti.  Selanjutnya dari seminar ini akan dilanjutkan dengan kegiatan diseminasi hasil-hasil penelitian yang disampaikan kepada masyarakat luas.  Pada bagian akhir Dekan menyampaikan agar kegiatan seminar ini menjadi ajang diskusi yang bernilai bagi kemajuan kegiatan ilmiah di FP Unud. (cho)

Konferensi International ke-10 Bioscience dan Bioteknologi

ICBB kegiatan rutin setiap tahun yang dilakukan dengan tujuan mempertemukan para ilmuwan, peneliti, serta pendidik untuk menjelaskan dan berdiskusi mengenai hasil penelitian, pengalaman, serta ide dan pemikiran menyangkut bioscience dan bioteknologi. 

Pada hari Senin (23/09/2019) telah dilaksanakan kembali International Conference on Bioscience and Biotechnology (ICBB) ke-10 di Aula gedung Pascasarjana Universtas Udayana. International Converence on Bioscience and Biotechnology atau disingkat ICBB merupakan suatu acara yang diselenggarakan setiap tahunnya dalam waktu yang bertepatan pada bulan perayaan ulang tahun Universitas Udayana dan Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Acara ini diselenggarakan dengan adanya asosiasi antara Asia Oceania Bioscience and Biotechnology Consortium (OABBC) dengan Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Di tahun ini kegiatan tersebut mengusung tema Reasearch, Educational System and Management of Bioscience and Biotechnology toward the Industrial Revolution 4.0. Pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh  adanya perubahan dan perkembangan zaman serta teknologi, dimana pada era saat ini diharapkan bioscience dan biotechnology dapat meningkatkan kesejahteraan kehidupan manusia.

Ketua  Panitia acara ICBB ke-10, bapak I Made Sukewijaya, S.P., M.Sc.  dalam kata sambutannya mengatakan bahwa acara kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan para peneliti, ilmuwan serta pendidik dari bidangnya masing-masing  untuk berbagi pengalaman dan diskusi hasil penelitian atau penemuan, serta ide-ide dan pemikiran mereka mengenai bioscience dan bioteknologi melalui presentasi dan diskusi. Beliau sendiri mengaku bahwa ICBB adalah momen yang sangat bagus, “Acara ini momen yang bagus untuk mempertemukan peneliti dan pendidik dari negara luar.” Beliau juga menjelaskan bahwa peserta kegiatan bersifat umum, mulai dosen, mahasiswa, serta perusahaan, kegiatan tetap dalam mempresentasikan akademik seperti membahas mengenai hasil-hasil penelitian, ide-ide dalam bidang bioteknologi serta perkembangan teknologi.”

Dalam kegiatannya, International Converence on Bioscience and Biotechnology atau  ICBB mengundang beberapa pembicara yang berasal dari Jepang dan Australia, yaitu Prof. Dr. Masaaki Oka selaku rector Universitas Yamaguchi dan Prof. Dr. Takashi Ikeda dari Universitas Meiji. Sementra itu terdapat pula Prof. Dr. Acram Taji dari Universitas teknologi Queensland Australia, dan Dr. Made Sriasih dari Universitas Mataram NTB, serta Dr. I Ketut Suada dari Universitas Udayana. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari, pada hari pertama diawali dengan presentasi dan diskusi  mengenai hasil-hasil penelitian para pembicara dan dilanjutkan dengan diskusi kelas yang terbagi menjadi emat kelas dengan bahasan yang menyangkut Hama dan Penyakit, Agronomi, Agribisnis dan Landscape, serta tentang Hewan dan Kelautan. Sementara pada hari kedua  dilaksanakan workshop.

Prof. Dr. Ir. I Gede Putu Wirawan selaku salah satu pemrakarsa acara ICBB  mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memacu akademik atau pendidikan, selain itu juga penelitian. “Penelitianlah yang utama karena di dunia ini ada banyak perubahan dan perkembangan teknologi dari waktu ke waktu, sehingga dibutuhkan ide untuk penemuan-penemuan baru dan proses pembelajaran.” Jelas beliau. Beliau juga mengatakan bahwa dengan adanya acara ini  terdapat kerja sama antara instansi-instansi, baik kerja sama antar universitas, penelitian, pembuatan jurnal penelitian, dan lainnya. Tujuannya untuk mengaktifkan semua dosen supaya berorientasi pada akademik, melakukan pendidikan berbasis penelitian yang multiskill dan berkompetensi pada bidangnya. (jce/khloro)

 

Bimbingan Teknis Upsus 2019

Bimbingan Tekniks (Bimtek) Pendampingan Mahasiswa Upaya Khusus untuk Mencapai Swasembada Pangan di Provinsi Bali dilaksanakan di Denpasar mulai tanggal 18 September 2019 sampai dengan 22 September 2019.

Kegiatan Bimtek ini merupakan awal kegiatan pendampingan mahasiswa yang dilakukan untuk mempersiapkan calon pendamping mahasiswa yang akan diterjunkan ke lapangan selama 3 bulan di seluruh wilayah Provinsi Bali.  Kegiatan Upsus 2019 kali ini menekankan pada pendampingan luas tambah tanam dan optimalisasi alsintan (alat dan mesin pertanian).

Para calon pendamping ini berasal dari mahasiswa dan alumni Fakulatas Pertanian Universitas Udayana sejumlah 25 orang yang akan diberikan Bimtek selama 5 hari.  Para pemateri Bimtek berasal dari BPPSDMP Kementan RI, Polbangtan Malang, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bali, BPTP Bali, serta para dosen di lingkungan FP Unud.

Pada kesempatan acara pembukaan Bimtek Dekan FP Unud, yang diwakili oleh WD II Dr. Ir. I Ketut Suada, menekankan bahwa kesempatan menjadi pendamping kegiatan ini agar digunakan sebaik-baiknya bagi mahasiswa pendamping agar bisa bermanfaat untuk diri sendiri, dunia pertanian, dan petani pada khususnya.