JUMPA DEKAN 2020 FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANA


Acara Jumpa Dekan FP Unud 2020 diselenggarakan di bawah naungan Dewan Perwakilan Fakultas Pertanian Universitas Udayana pada Jumat, 06 November 2020. Adapun rangkaian acara Jumdek tahun ini yaitu, pada pukul 07.30 Wita mulai dilaksanakan registrasi delegasi dan undangan. Kemudian pada pukul 08.00 Wita dilakukan pembukaan oleh Bapak Dekan FP Unud. Inti acara dapat dilaksanakan setelah rangkaian pembukaan acara selesai yaitu pada pukul 08.30-12.15 Wita. Kemudian pukul 12.30 Wita acara Jumpa Dekan FP Unud 2020 resmi di tutup.

 
Tujuan diadakannya kegiatan Jumpa Dekan FP Unud adalah untuk menampung dan menyalurkan aspirasi serta pendapat dari Civitas Akademika Fakultas Pertanian kepada Jajaran Dekanat Fakultas Pertanian demi terwujudnya Fakultas Pertanian yang unggul, mandiri dan Berbudaya.

Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (Dare To Lead) Fakultas Pertanian Universitas Udayana 2020

 

Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (Dare To Lead) merupakan salah satu program kerja Badan Eksekutif Mahasiswa yang menjadi syarat kelulusan dan wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Udayana.

LKMM 2020 mengusung tema “Tranformasi Kepemimpinan Milenial”. Dijalankan secara semi offline, dimana pada hari pertama tanggal 7 November 2020 dilaksanakan webinar secara online dan mengundang 3 orang pembicara. Pada tanggal 8 November 2020 dilaksanakan stadium class secara offline dan online, peserta yang berada di Bali diwajibkan untuk datang langsung ke kampus bukit untuk mengikuti kegiatan dan peserta yang berada di luar Bali mengikuti kegiatan secara online

Pengisian Data Tracer Studi Bagi Lulusan Tahun 2019 Fakultas Pertanian Universitas Udayana

Yth. Alumni FP Unud Tahun 2019

di tempat

 

Kami dari dekanat Fakultas Pertanian Universitas Udayana memohon untuk alumni FP Unud 2019 mengisi data tracer studi dari lulusan Tahun 2019 dengan mengisi form pada link https://bit.ly/Tracer_lulusan2019.

 

Terima kasih

 

Diskusi Hari Pangan Badan Eksekitif Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Udayana

Diskusi Hari Pangan  yaitu kegiatan diskusi mengenai pangan yang ada di Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Eksekitif Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Udayana dengan tema “Atasi Ancaman Krisis Pangan, Siapkah Diversifikasi Pangan?. Diskusi Hari Pangan merupakan wadah untuk bertukar pikiran dan mengemukakan pendapat terkait kebijakan- kebijakan di bidang pertanian terutama mengenai pangan yang di keluarkan oleh pemerintah, atau pun isu- isu pertanian yang sedang hangat dikalangan masyarakat.

            Sebuah dinamika perubahan dan kekuatan intelektual akan sangat diasah melalui sebuah diskusi yang akan dihadiri oleh stakeholder seperti pemerintah, praktisi, akademisi dan masyarakat umum. Diskusi Hari Pangan berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan terhadap persoalan yang timbul dikalangan masyarakat. Diskusi Hari Pangan bertujuan mewadahi adanya proses interaksi, pembelajaran, mengemukakan kemerdekaan berpikir, dan diharapkan dapat menjadi kerangka berpikir konstruktif serta solutif untuk pengembangan bidang pertanian khususnya mengenai ketahanan pangan.

Adapun maksud dan tujuan dari penyelenggaraan Diskusi Hari Pangan ini adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan pemikiran kritis dari mahasiswa terhadap ke kondisi pangan yang ada di Bali.
  2. Menyampaikan keluh kesah terhadap kondisi pangan yang ada di Bali.
  3. Mewujudkan kesatuan persepsi, mencapai mufakat dalam menemukan solusi atas permasalahan pangan yang terjadi di Bali

Pengankatan tema “Atasi Ancaman Krisis Pangan, Siapkah Diversifikasi Pangan? Dikarenakan dimasa pandemi ini, Food And Agriculture (FAO) mengeluarkan statement adanya ancaman krisis pangan di masa pandemi covid-19 ini, dengan ini juga pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bali juga mencanangkan diversifikasi pangan untuk menanggulangi ancaman krisis pangan tersebut. Untuk itu diadakannya sebuah diskusi tentang bagaimana kesiapan indonesia khususnya di bali dalam menerapkan diversifikasi pangan ini, mulai dari kesiapan pemerintah dalam menerapkan diversifikasi pangan, lalu kesiapan petani dalam memproduksi produk pangan selain beras, dan apakah masyarakat indonesia khususnya bali siap dengan adanya diversifikasi pangan mengingat sejak jaman orde baru atau sejak jaman revolusi hijau masyarakat indonesia sudah dibiasakan makan nasi. Jumlah peserta yang mendaftar dalam diskusi hari pangan 2020 ini sebanyak 317 orang.