Kerja Sama Fakultas Pertanian dan Program Pascasarjana Bahas Pertanian Organik dan Ketahanan Pangan dalam Seminar Internasional
DENPASAR – Fakultas Pertanian Universitas Udayana bersama Program Pascasarjana Unud menggelar Seminar Internasional bertema “Organic Farming System and Sustainability” pada Senin, 21 September 2026, di Aula Gedung Pascasarjana Lantai 3, Kampus Denpasar.Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-64 Universitas Udayana dan Hut Ke 59 Fakultas Pertanian. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, I Putu Sudiarta, dan dimoderatori oleh Prof. Ir. Ida Ayu Astarini, M.Sc., Ph.D.
Tiga narasumber hadir dalam seminar tersebut, yaitu Prof. Jagjit Kaur Plahe dari Monash University, Australia; Dr. G.V. Ramanjaneyulu dari Centre for Sustainable Agriculture, India; serta tim Astungkara Way dari Bali.
Prof. Jagjit Kaur Plahe membahas hubungan antara risiko geopolitik, energi, dan ketahanan pangan. Konflik Rusia dan Ukraina, gangguan jalur perdagangan internasional, ketegangan di Timur Tengah, serta kenaikan harga energi dan pupuk telah meningkatkan kerentanan sistem pangan global. Agroekologi dipandang sebagai salah satu pendekatan untuk memperkuat sistem pangan lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap input serta rantai pasok global. Dr. G.V. Ramanjaneyulu memaparkan pengalaman transisi agroekologi di sejumlah wilayah India. Ia menekankan bahwa perubahan menuju pertanian organik perlu dilakukan secara bertahap dengan dukungan penyuluhan berbasis petani, kelembagaan masyarakat, pembiayaan, sertifikasi yang terjangkau, dan jaminan pasar.
Sementara itu, Astungkara Way menyampaikan hasil penerapan pertanian padi regeneratif di Bali. Pemantauan sejak 2023 mencakup 945 siklus pengamatan terhadap 232 petani regeneratif dan 109 petani konvensional di sembilan subak. Berdasarkan data yang dipaparkan, petani regeneratif memperoleh keuntungan rata-rata 43 persen lebih tinggi, dengan biaya input yang turun sebesar 39 persen. Astungkara Way juga mengembangkan akses pasar melalui kerja sama dengan lebih dari 40 hotel dan restoran yang menyerap lebih dari 10 ton beras regeneratif setiap bulan. Jaminan pasar tersebut membantu mengurangi risiko yang dihadapi petani selama masa transisi.
Seminar ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas petani. Fakultas Pertanian Universitas Udayana diharapkan terus berperan dalam pengembangan riset, pembelajaran mahasiswa, dan pendampingan petani untuk mendukung sistem pertanian yang produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan.


UNIVERSITAS UDAYANA