Prodi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Udayana

Sejarah singkat Program Studi (Prodi) Agroekoteknologi FP Unud

Diterbitkannya SK Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional No. 163/DIKTI/Kep/2007 tertanggal 29 November 2007 tentang Penataan dan Kodifikasi Program Studi pada Perguruan Tinggi, maka di Fakultas Pertanian Universitas Udayana dilakukan restrukturisasi jurusan/program studi. Restrukturisasi jurusan/program studi juga meliputi restrukturisasi kurikulum, restrukturisasi organisasi,  dan restrukturisasi sarana/prasarana termasuk laboratorium. 

Jurusan/Program Studi Agroekoteknologi  merupakan hasil merger Program Studi Agronomi, Tanah, Hama dan Penyakit Tumbuhan dan Arsitektur Lensekap dengan SK. Dirjen Dikti, Nomor: 2447/D/T/2009, Tgl. 30 Desember 2009, Tentang penggabungan  program studi bidang pertanian yang berlaku mulai 1 Januari 2008. Selanjutnya SK tersebut diatas diralat dengan SK. Dirjen Dikti N0: 692/D/T/2010, tanggal 24 Juni 2010, tentang ralat perubahan/penggabungan program studi bidang pertanian. Selanjutnya disusul  SK. Dirjen Dikti N0: 1293/D/T/2010, tanggal 22 September 2010, tentang ralat perubahan/penggabungan program studi bidang pertanian. Program studi Agroekoteknologi mulai menerima mahasiswa baru sejak tahun ajaran 2008/2009.

Pelaksanaan Penilaian Akreditasi Program Studi Agroekoteknologi dilakukan mulai bulan Maret-Mei 2012 oleh BAN-PT yang sudah dipersiapkan mulai tahun 2011. Berdasarkan hasil penilaian tersebut  Program Studi Agroekoteknologi memperoleh nilai 364 dengan peringkat A (SK. BAN-PT. No: 017/BAN-PT/Ak-XV/S1/VI/2012, tanggal 29 Juni 2012), dengan sertifikat BAN-PT yang berlaku selama lima tahun sejak 29 Juni 2012 sampai dengan 29 Juni 2017.  Selanjutkan pada tahun 2017 Program Studi Agroekoteknologi melakukan reakreditasi dengan peringkat A berdasarkan SK BAN-PT No. 2290/SK/BAN-PT/Akred/S/Vll/12017 yang berlaku dari 11 Juli 2017-11 Juli 2022.

Rapat Senat Fakultas Pertanian Universitas Udayana tanggal 6 September 2010 mengesahkan usulan pembentukan konsentrasi di masing-masing Jurusan/Program Studi Agroekoteknologi dan Jurusan/Program Studi Agribisnis.  Selanjutnya SK Rektor No. 76/UN.14/PR/2011 tertanggal 9 Maret 2011 menyetujui pembentukan 5 konsentrasi baru di Fakultas Pertanian Universias Udayana.  Nama konsentrasi disesuaikan sejarah sebelum restrukturisasi, potensi dan arah pengembangan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, serta kebutuhan pemangku kepentingan dunia kerja.  Konsentrasi ditekankan untuk mendukung tugas akhir (Skripsi) dengan jumlah sks maksimum mata kuliah konsentrasi sebanyak + 15% dari total sks untuk program Sarjana (S1).  Penyelenggaraan konsentrasi di Fakultas Pertanian Universitas Udayana dimulai pada semester VI. 

Konsentrasi yang dikembangkan pada Jurusan/Program Studi Agroekoteknologi adalah sebagai berikut:

1. Konsentrasi Agronomi dan Hortikultura

2. Konsentrasi Ilmu Tanah dan Lingkungan

3. Konsentrasi Perlindungan Tanaman

4. Konsentrasi Arsitektur Lanskap

5. Konsentrasi Bioteknologi Pertanian

Prodi Agroekoteknologi sejak berdiri dipimpin oleh Ketua Program Studi dan Sekretaris Prodi, dan berubah menjadi Koordinator prodi pada tahun 2017. Pimpinan prodi pertama adalah diketua oleh Ir. A.A. Ngurah Gede Suwastika, M.P. dengan sekretaris I Made Sukewijaya, SP, M.Sc., selanjutnya diganti oleh Ir. I Nyoman Puja, M.S. dan sekretarisnya Ir. I Made Mega, M..S, Kaprodi ketiga adalah Prof. Dr. Ir. I Made Sudarma M.S. dan Sekretaris I Putu Sudiarta, SP., M.Si., Ph.D. Kemudian mulai Januari 2017 Ketua Program berubah  menjadi Koordinator Prodi yang dikoordinatori oleh Dr. Ir. Ni Made Trigunasih M.P.