Revitalisasi Jurnal SOCA, Prodi Agribisnis Gelar Pelatihan Pengelolaan Jurnal

Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Udayana sedang memperbaiki pengelolaan Jurnal Ilmiah SOCA yang mengalami “tidur panjang” atau tidak terbit sejak tahun 2008. Setelah menetapkan susunan pengelola yang baru, dilanjutkan dengan Pelatihan Pengelolaan Jurnal yang diselenggarakan di Gedung Agrokompleks Kampus Unud, Sudirman Denpasar, Selasa (13/3/2018). Ketua Panitia Pelatihan Dr. Gede Mekse Korri Arisena, M.Agb menjelaskan pelatihan mengambil tema Langkah-langkah Menuju Jurnal Terakreditasi.  “ Kami menghadirkan narasumber dari pengelola jurnal ilmiah terakreditasi dilingkungan Unud, I Wayan Sukadana, SE., M.S.E dari JEKT, dan Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. dari Jurnal Kajian Bali, ” tegas Dr. Gede Korri.

Koordinator Prodi Agribisnis FP Unud Dr. Ir. IDP Oka Suardi, M.Si mengakui Jurnal Ilmiah SOCA yang disegani antara tahun 2002-2008 karena terbit regular dan artikel-artikelnya banyak dicitasi para akademisi. Belakangan, kata Dr. Oka Suardi, Jurnal SOCA tidak pernah terbit lagi. “ Banyak kolega kami dari luar Unud menanyakan nasib Jurnal SOCA sekarang, makanya kami bertekad membangkitkan jurnal ini seperti era tahun 2000an,” tegasnya. Sementara Wakil Dekan I FP Unud Dr. Ir. I Ketut Suamba, MP menyambut baik kebijakan Prodi Agribisnis yang berjuang merevitalisasi pengelolaan Jurnal SOCA. Dia berharap pengelola jurnal serius menimba ilmu dalam pengelolaan jurnal agar bisa terakreditasi di kemudian hari. “Mengelola jurnal memang tidak bisa hanya bermodal semangat, silahkan ajukan ke dekanat nanti kami akan alokasikan pendanaan untuk menunjang kelancaran kegiatan pengelolaan jurnal,” tegas Dr. Ketut Suamba.

Mantan pengelola Jurnal SOCA Prof. Dr. Ir. Made Antara, MS tidak dikelola secara bisnis namun dikelola secara manusiawi dalam artian penulis yang mempublikasikan tulisannya tidak dikenakan biaya.  Prof. Ardhana menegaskan tim editor harus memiliki reputasi yang mumpuni dalam penulisan artikel ilmia. “Pengelola jurnal harus jemput bola agar mampu mendapatkan artikel dari penulis-penulis ternama,” katanya. Wayan Sukada menyatakan kumpul bersama penulis untuk memotivasi dan menyamakan persepsi tentang tulisan yang diinginkan jurnal yang dikelola.

Lebih jauh Dr. Sukadana, menjelaskan tantangan pengelolaan jurnal ilmiah ini memiliki tiga tantangan besar. Pengelola jurnal umumnya tidak punya skil teknis pengelolaan Web (OJS online), tidak memilki layouter, dan tidak memiliki Proofreader (bahasa/Inggris). “Pengelolaan jurnal hanya bisa menerbitkan 40 % tulisan dalam institusi, 60% tulisan dari luar,” kata Dr. Sukadana. Prof. Ardhana menambahkan pengelola jurnal harus siap ngayah dan kerja bareng agar bisa diakreditasi. Pelatihan ini diikuti 20 orang dosen-dosen dilingkungan Fakultas Pertanian Unud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *