Davis Marthin Damaledo Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Udayana Harumkan Nama Udayana di Kancah Dunia: Temukan Spesies Baru Serangga Tongkat Endemik Pulau Sumba

Sumba - Prestasi luar biasa ditorehkan oleh Davis Marthin Damaledo salah seorang mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Davis menemukan spesies baru Serangga Tongkat dari Pulau Sumba Provinsi Nusa Tenggara Timur, . Serangga yang ditemukan adalah spesies serangga dari Ordo Phasmatodea yang merupakan bagian dari Genus Nesiophasma Günther, 1934 yang sebelumnya telah direvisi oleh peneliti internasional.


Davis yang sedang menempuh pendidikan pada Program Studi Sarjana Agroekoteknologi semester 4 ini memang telah menyukai dunia serangga sejak lama. Dia dikenal sebagai salah seorang peneliti muda dengan bimbingan sang mentor yaitu Garda Bagus Damastra yang merupakan pendiri Indonesian Mantis and Phasmid Forum (IMPF) yang beranggotakan sekitar 3.600 orang. Penemuan Spesies Nesiophasma davisdamaledoi sp. nov. ini berawal dari gambar serangga ranting yang dikirimkan oleh paman Davis dari Sumba. Kemudian jiwa peneliti Davis timbul untuk melakukan pencarian serangga tersebut dan diperoleh di dua Lokasi yaitu di Kabupaten Sumba Tengah dan di Kabupaten Sumba Timur. 


Spesies baru ini diberi nama Nesiophasma davisdamaledoi sp. nov. yang dikategorikan sebagai serangga jenis baru endemik Pulau Sumba dan nama tersebut diambil dari sebagian nama Davis sebagai penemunya. Spesies ini merupakan spesies pertama dari genus Nesiophasma Günther, 1934 dan Serangga Tongkat pertama yang tercatat dari Sumba serta spesies ketiga Nesiophasma yang diketahui dari Kepulauan Sunda Kecil, Indonesia. Serangga ini memiliki ciri berbentuk ranting, berukuran 13-18 cm, memiliki bercak hitam pada Genae (pipi) dan punya kemampuan berkamuflase. Habitatnya terdapat di hutan sekunder yang ada di Sumba Tengah dan kebun di Sumba Timur. Ciri lain memakan daun jambu biji dan memiliki kemampuan reproduksi yang unik, yakni secara seksual maupun partenogenesis, dengan masa penetasan telur sekitar empat bulan.


Penemuan ini telah dipublikasikan di jurnal Zootaxa dan holotype sudah didaftarkan dan didepositkan di Laboratorium Entomology Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penemuan ini merupakan angin segar di tengah isu kepunahan populasi serangga secara global yang saat ini sedang berlangsung. Penemuan ini dapat memperkaya data Biodiversitas Indonesia, dan menunjukkan bahwa mahasiswa juga dapat berperan dalam mendukung upaya konservasi khususnya serangga. Spesies ini merupakan endemik Pulau Sumba, sehingga memiliki nilai penting dalam pelestarian ekosistem lokal. Davis sendiri berharap jejaknya akan diikuti oleh generasi muda lainnya yang tertarik dengan Biodiversitas Indonesia khususnya serangga yang sangat berperan dalam ekosistem.


Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, I Putu Sudiarta, S.P., M.Si., Ph.D., memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Sudiarta menyebut keberhasilan ini sebagai bukti bahwa mahasiswa Unud memiliki potensi besar dalam menghasilkan karya ilmiah yang berdampak. “Nama Davis kini akan terukir dalam dunia ilmiah. Ini menjadi kebanggaan bagi fakultas sekaligus motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya,” ujarnya. Sekali lagi seluruh Civitas Akademika Fakultas Pertanian Universitas Udayana mengucapkan selamat buat Davis atas temuannya tersebut dan berharap dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk semangat berkarya dalam bidang ilmu pengetahuan. Pertanian Jaya !!