Penelitian Kolaborasi Bamboo for Biochar antara F. Pertanian Unud bersama Mitra Ghent University – Belgia

 

Bamboo for biochar: an opportunity for scientific, societal and environmental change in Indonesia (BamBIndo), upaya pendayagunaan (limbah) bambu untuk meningkatkan kualifikasi peneliti serta memperbaiki kehidupan sosial dan kondisi lingkungan masyarakat lokal.

Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Udayana selalu menyelaraskan langkah dengan Universitas Udayana dalam mewujudkan harapan menjadi lembaga pendidikan tinggi yang berkelas dunia. Sehubungan dengan visi tersebut, beragam upaya telah dilakukan oleh sivitas akademika Faperta UNUD guna membenahi aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Gerakan tersebut telah meraih capaian-capaian yang menggembirakan dan beberapa diantaranya bahkan hasil yang bergengsi. Masih sejalan dengan visi tersebut, salah satu langkah telah berhasil diwujudkan melalui jalinan hubungan fungsional dengan jejaring  nasional dan internasional melalui program kerjasama penelitian dengan tema Bamboo for biochar: an opportunity for scientific, societal and environmental change in Indonesia (BamBIndo). Kerjasama tersebut melibatkan 4 universitas terkemuka di Indonesia, yaitu Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas  Udayana (UNUD), Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH), dan Universitas Andalas (UNAND) dengan Ghent University (UGHENT) dari Belgia. Para tim peneliti yang terlibat masing-masing di ketuai oleh Dr. Ir. Benito Heru Purwanto Ketua Departemen Ilmu Tanah Faperta UGM, Dr. Ir. Anak Agung Istri Kesumadewi, M.Si  Konsentrasi Tanah dan Lingkungan Faperta UNUD, Prof. Dr. Ir. Darusman, M.Sc. Program Pasca Sarjana Universitas Syiah, Prof. Dr. Ir. Herviyanti, MS Fakultas Pertanian Unand, dan Prof. Dr. ir. Stefaan De Neve Ketua Kelompok Peneliti Pengelolaan Kesuburan dan Unsur Hara tanah, Fakultas Teknik Biosains UGHENT. Penelitian kolaborasi akan dilakukan selama 3 tahun sejak 1 Januari 2019-31 Desember 2021 dengan penyandang dana adalah lembaga VlirUOS dari Pemerintah Belgia melalui skema Joint (Inter)national Academic Networking (Joint) – Vlir-UOS. Program tersebut telah dirintis oleh peneliti Fakultas Pertanian UNUD sejak tahun 2017 guna meningkatkan kemampuan meneliti dan mempublikasikan hasil penelitian sehingga pada akhirnya akan berkontribusi terhadap peningkatan rangking program studi, fakultas, dan universitas.

Sebagai bagian dari masyarakat lokal, nasional, dan internasional, maka pelaksana mengarahkan penelitian ini kepada langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat lokal dengan pendekatan teknologi kekinian yang dapat diadopsi oleh masyarakat setempat berlandaskan hasil penelitian yang layak dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi. Teknologi tersebut dikaji terlebih dahulu melalui serangkaian penelitian di Fakultas Pertanian dengan luaran dalam bentuk (1) materi publikasi untuk jurnal berstandar internasional bereputasi dan (2) teknologi yang siap untuk diaplikasikan secara sederhana. Permasalahan yang diangkat sebagai studi kasus melalui penelitian ini adalah status kesuburan tanah yang masih rendah di beberapa bagian wilayah Indonesia, dan penyelesaiannya adalah dengan menggunakan manfaat multi guna biochar bambu. Bambu dipilih karena merupakan salah satu tanaman lokal yang mudah diperoleh dan tergolong tanaman yang tumbuh paling cepat di dunia. Pemanfaatan (limbah) bambu sebagai biochar diharapkan akan berdampak nyata secara keilmuan, sosial, dan lingkungan tidak hanya bagi peneliti tetapi juga masyarakat khususnya petani dan stakeholder lainnya. Sebagai langkah awal, kerjasama penelitian telah dimulai dengan penelitian pembuatan biochar bambu oleh masing-masing kelompok peneliti menggunakan metode Kon-Tiki, drum, dan adopsi Kon-Tiki dalam bentuk soil pit menggunakan beberapa jenis biomassa dan beberapa jenis bambu. Biochar yang dihasilkan dikarakterisasi dan hasil uji coba tersebut telah di presentasikan pada rapat teknis pertama yang dilaksanakan pada tanggal 13-16 Maret 2019 di UGM. Pada tahap selanjutnya dilakukan optimasi kualitas dan kuantitas biochar menggunakan ketiga metode yang telah ditentukan dan teknik optimasi akan didesiminasikan kepada kelompok-kelompok tani yang relevan. Sejumlah 30 orang petani akan dilatih untuk membuat dan menggunakan biochar sebagai pembenah tanah atau peruntukan lainnya yang dipandang dapat meningkatkan produksi komoditas pertanian, pendapatan masyarakat petani, dan kualitas tanah. Hasil dari rangkaian penelitian dan diseminasi dalam bentuk pengabdian tersebut akan disampaikan dalam pertemuan ilmiah berskala nasional maupun internasional sehingga temuan, teknologi, dan manfaatnya dapat dikritisi, diadopsi, ataupun dimanfaatkan oleh yang berkepentingan. (dewi/suke)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *