FP Unud Gelar “Young Researchers Scientific Discussion”

Foto Bersama Dosen dan Mahasiswa dari Universitas Utsunomiya University dan Universitas Udayana pada acara Utsunomiya University and Udayana University Young Researchers Scientific Discussion

Fakultas Pertanian Universitas Udayana bekerjasama dengan Utsunomiya University Jepang menggelar “ Young Researchers Scientific Disscussion” atau Diskusi peneliti muda di Gedung Agrokompleks, Kampus Unud, Jln. Sudirman Denpasar. Ketua Panitia Diskusi Peneliti Muda I Putu Sudiarta, S.P., M.Si., Ph.D. menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan hubungan internasional FP Unud dan memeriahkan HUT FP Unud ke 51. Diskusi yang melibatkan mahasiswa dari kedua universitas diharapkan mampu memberi pengalaman dan memotivasi mahasiswa. “Melalui pertemuan internasional semacam ini mahasiswa biar termotivasi belajar bahasa Inggris atau belajar presentasi,” tegas akademisi lulusan Unud.

Ketua Panitia I Putu Sudiarta, Ph.D. pada acara Utsunomiya University and Udayana University Young Researchers Scientific Discussion

Selain itu, lanjut mantan Sekretaris Prodi Agroekoteknologi FP Unud, kerjasama universitas ini juga akan memberi imbas positif terhadap pembangunan pertanian di Bali. Kehadiran peneliti pertanian Jepang, katanya, berkaitan dengan kerjasama pemetaan dan inventarisasi virus yang menyerang komoditas pertanian seperti jeruk, cabe dan lain sebagainya. Penelitian lapangannya, kata Puru Sudiarta, dilaksanakan di Kintamani, dan Buleleng. Kegiatan ini diikuti 50 dosen dan mahasiswa, 9 peserta dari Jepang yakni 3 dosen dan 6 mahasiswa (DeSar).

Banggalah Menjadi Mahasiswa Pertanian

Dekan FP Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, M.S. membuka PKKMB Fakultas Pertanian Universitas Udayana Tahun 2018

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, MS mengatakan mahasiswa baru yang diterima di lembaga yang dipimpinnya sebagai mahasiswa pilihan. Alasannya, persaingan masuk ke Fakultas Pertanian di Unud relatif ketat yakni 11:1. “Artininya dari 11 pelamar hanya satu yang diterima maka kalian sangat beruntung. Kalian bukanlah SDM ecek-ecek tetapi manusia terpilih. Banggalah, jadi mahasiswa pertanian,” tutur Prof. Rai saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Pertanian Unud di Kampus Bukit Jimbaran, Senin (20/8/2018).

Kegiatan ini mengambil tema “Insan tani muda Udayana yang Harmonis, Solid, Kreatif dan Berdikari” Lebih lanjut, Prof. Rai menambahkan bidang pertanian memiliki peran penting dalam menopang keberlanjutan pembangunan di Indonesia karena pertanian memiliki peran strategis. Berbagai aspek keilmuan berkaitan langsung dengen pertanian seperti lingkungan, ekonomi, sosial dan budaya. Penerapan program pembangunan seperti penyelamatan lingkungan, ketahanan pangan, pengentasa kemiskinan mesti masuk dari bidang pertanian. “ Pertanian boleh dikatakan aspek riil dari aktivitas ekonomi di masyarakat,” katanya. Hal ini berarti lulusan Fakultas Pertanian memiliki peluang kerja atau peluang bisnis yang luas. Mahasiswa baru FP, katanya, harus mampu memanfaatkan peluang yang terbuka lebar itu nantinya. Syarat utamanya tentu mahasiswa harus mengasah hard skill yakni peningkatan wawasan, ketramian dan prilaku profesionalisme di bidang pertanian tanpa melupakan soft skill yaitu kemampuan komunikasi dan bekerja dalam kelompok. FP Unud, Lanjut Prof. Rai, menjadi tempat yang tepat bagi mahasiswa mengembangkan diri. Secara administrative, seluruh Prodi S1 sudah terakreditasi A, dan fasilitasnya semakin lengkap dan memadai. FP Unud punya lab,tegasnya, kebun percobaan yang bagus. Kebun Percobaan segera akan diumumkan ke masyarakat sebagai destinasi urban-agro-edu wisata. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Dekan I Dr. Ir. Ketut Suamba, MP. Wakil Dekan III Ir. IGM Suwastika, MP, Ketua Prodi Agribisnis Dr. Ir. IDP Oka Suardi, M.Si, Ketua Prodi Arsitektur Lanskap Ir. Cokorda Gede Alit Semarajaya, M.S., kepegawaian dan dosen-dosen. Wakil Dekan I Bidang Akademik Dr. Ketut Suamba menjelaskan tahun 2018 FP Unud menerima 303 mahasiswa baru, dengan rincian Peodi Agribisnis sebanyak 157 mhasiswa, Agroekoteknologi (99), dan arsitektur lanskap (47). (DeSar).

Prodi Agribisnis Menggelar Workshop Internasional Tentang Adopsi Inovasi

Program Studi Agribisnis FP Unud menggelar workshop Internasional pada 25-27 Juli 2018 di Gedung Agrokompleks Kampus Unud, Jalan PB Sudirman Denpasar. Workshop tersebut melibatkan 40 peserta yang diikuti para dosen, dan mahasiswa program pasca sarjana yang berminat. Ketua Panitia Workshop Internasional Dr. IGA Oka Suryawardhani, M.Mgt menjelaskan workshop tersebut sebagai tindaklanjut kerjasama internasional antara Prodi Agribisnis dengan lembaga internasional The Crawford Fund Australia.

Dr. Oka Suryawardhani menjelaskan dalam workshop melibatkan keynote speaker Guru Besar FP Unud Prof. Dr. Ir. I Wayan Windia dan dua pembicara dari Australia yakni Dr. Jay Cummins dan Dr. Geoff Kuehne. Prof. Windia pada kesempatan itu membahas tentang peran subak dalam adopsi inovasi disektor pertanian. Dia menjelaskan subak adalah lembaga yang paling responsive terhadap inovasi, terbukti subak yang semula hanya berdiri untuk mewadahi kelompok masyarakat yang butuh air irigasi, ternyata mengadopsi system sosial masyarakat perdesaan Bali. “Jadilah subak sebagai lembaga petani bernafaskan religious seperti sekarang,” tuturnya. Dalam konteks penerapan teknologi, subak juga mengadopsi inovasi sesuai perkembangan jaman. Pada jaman batu, menggunakan batu mengolah tanah, selanjutnya menggunakan cangkul, bajak dan sekarang menggunakan traktor.

Sementara itu Dr. Jay dan Dr. Geoff menerapkan metode student center learning dalam mengelola kelas workshop sepanjang tiga hari tersebut. Seluruh peserta diminta berpartisipasi aktif dalam membahas kiat difusi inovasi dan dampaknya. Setiap kelas didahului dengan curah pendapat, dirangkum, dan dikaitkan dasar teori dan pengalaman nyata di sejumlah negara berkembang tempat mereka bekerja sama sebelumnya seperti di India dan negara-negara di Benua Afrika. Sejumlah peserta workshop seperti Dr. I Made Sudarma, Dr. Widhiantini, Putu Udayani Wijayani, Prof. Santosa dan lain-lain menyataka metode penyampaian materi ini sangat menarik dan bermanfaat untuk meningkatkan wawasan dan ketrampilan mereka.

Koordinator Prodi Agrisbisnis Dr. Ir. IDP Oka Suardi, M.Si menyatakan workshop tersebut sebagai agenda kerja lembaga yang dipimpinnya untuk meningkatkan kualitas  para dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Wawasan dan kemampuan dosen dalam difusi inovasi harus senantiasa disegarkan sehingga para dosen menggunakan pendekatan paling mutakhir dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas ataupun diluar kelas termasuk penyuluhan kepada petani,” ujar ahli komunikasi pertanian itu.

Kegiatan workshop internasional diisi dengan pembelajaran dikelas dan kunjungan lapang. Kunjungan lapang dilaksanakan di Subak Lodtunduh Desa Singakerta, Kabupaten Gianyar. Pada kunjungan lapang peserta ditugaskan menggali data melalui wawancara dan observasi terkait peluang dan kendala adopsi inovasi yang dihadapi petani. Rombongan peserta workshop diterima Pekaseh Subak Lodtunduh I Ketut Muka, dan Wakilnya I Made Karsa serta pengurus Kelompok Wanita Tani (KWT) Subak Lodtunduh Ni Made Asih (Ketua), dan Ni Nyoman Sumini (Wakil Ketua). Diakhir kegiatan, pengumuman kelulusan dan penyerahan sertifikat kelulusan workshop. Prosesi ini menjadi istimewa karena Pekaseh Subak Lodtunduh I Ketut Muka didaulat menyerahkan sertifikat tersebut kepada peserta workshop. (De-Sar)

Bangun Destinasi Agrowisata bagi Masyarakat Perkotaan

Pengabdian Masyarakat FP Unud di Simantri 551 Angsoka Buleleng

Bangun Destinasi Agrowisata bagi Masyarakat Perkotaan

Buleleng,

Civitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Udayana dalam rangka perayaan HUT-nya ke 51 dan Dies Natalis Unud 56 melaksanakan ti dharma perguruan tinggi berupa pengabdian di Simantri 551 Angsoka, Banjar Adat Penarungan, Kabupaten Buleleng pada Jumat (20/7/2018). Kegiatan tersebut dimotori oleh dosen dan pegawai di Prodi Agribisnis dan Arsitektur Lanskap diisi dengan temu wirasa “Pengembangan pertanian organik berdasarkan Kitab Suci Weda” dan penyerahan bantuan bibit tanaman.

Wakil Bendesa Adat Penarungan Putu Ariasa dalam ucapan selamat datangnya menyatakan pihaknya sangat senang atas kreativitas dan kepedulian Dosen FP Unud Dr. Gede Setiawan AP, SP, M.Si yang menjadi inisiator dan Pembina simantri tersebut. “Simantri ini kami harapkan dapat dikembangkan sebagai destinasi agrowisata di Kota Singaraja, menjadi tempat rekreasi dan belajar tentang pertanian bagi wisatawan lokal maupun internasional yang berkunjung ke Kabupaten Buleleng,” ujarnya. Ditambahkan, Simantri 551 telah mampu meningkatkan gairah warga setempat dalam bertani, dan dalam kurun waktu tiga tahun telah terbukti mampu menghasilkan produk unggulan seperti bio urine, pupuk kompos, bio gas dan lain-lain. Hal senada diungkapkan Lurah Penarukan IGN Made Oka yang menyatakan bersyukur dengan adanya pengembangan simatri tersebut yang menjadi percontohan pemberdayaan masyarakat bidang pertanian di kelurahan yang dipimpinnya. “Simantri ini sangat baik, mudah2an bisa berkelanjutan,” tandasnya.

Koordinator Prodi Agribisnis Dr. Ir. IDP Oka Suardi, M.Si menjelaskan maksud dan tujuan rombongan yang dipimpinnya beranjangsana ke Simantri 551 Angsoka Buleleng, ingin melihat dari dekat kegariahan petani dalam mengembangkan inovasi pertanian organik. “Kami ingin berbagi tentang teori pertanian organik, sekaligus belajar kepada bapak/ibu anggota Simatri 551 tentang bagaimana aktivitas pertanian yang sudah dijalankan. Jika terjadi kesenjangan antara apa yang kami sampaikan dengan praktik di lapangan, tentu akan menjadi pelajaran berharga buat kami untuk mencarikan solusinya,” Ujar Dosen Komunikasi Pertanian itu.

Acara yang dihadiri Ketua Panitia HUT 51 FP Unud Dr. Ir. Ketut Surya Diarta, SP.MA diisi temu wirasa pertanian berupa ceramah tentang pemanfaatan pupuk kascing bagi pengembangan pertanian organik oleh Dr. Ir. Ni  Luh Kartini dan Keutamaan memelihara sapi menurut ajaran Weda oleh Ir. Wayan Widyantara, MS. Dalam kesempatan ini Dr. Luh Kartini memaparkan manfaat, cara beternak cacing serta keberhasilan penggunaan pupuk kascing dibeberapa lokasi di Bali. Akademisi asal Desa Bulian Buleleng ini menjelaskan pertanian organik sudah terbukti bermanfaat untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan kesehatan masyarakat. “Kebun Buah Naga di Desa Bulian yang ratusan hektar menggunakan pupuk kascing, kalau mau lihat bukti yang lebih nyata silahkan studi banding ke Kelompok Tani di Yeh Mampeh, Batur Kintamani merupakan binaan kami,” ungkapnya. Ditambahkan, cacing tanah yang penghasil pupuk organik ternyata juga menjadi obat untuh menyembuhkan berbagai penyakit seperti mengatasi mata minus, dan meningkatkan vitalitas. Dr. Luh Kartini menyodorkan bukti bahwa saat SMA dirinya sudah memakai kaca minus tebal, berkat mengkonsumsi kapsul cacing saat ini tidak menggunakan kaca minus/plus lagi. Sedangkan Ir. Widyantara mengajak petani serius memelihara sapi disamping bermanfaat dalam pembangunan pertanian di dunia nyata, berimbas juga pada kehidupan spiritualnya. “Saran saya jangan menyakiti sapi, Hindari konsumsi daging sapi, niscaya hidup bapak/ibu lebih sehat dan bahagia,” tuturnya. Dijelaskan, dalam Kitab Suci Weda penghormatan terhadap sapi sangat besar pengaruhnya bagi kesejahteraan masyarakat.

Dr. Gede Setiawan selaku Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat Panitia HUT ke-51 FP Unud menjelaskan kegiatan tersebut sebagai jembatan mendekatkan Unud dengan masyarakat. “Saya selaku Pembina simantri ini memang menjadikan simantri ini sebagai projek rintisan yang mencontoh model pengembangan urban farming di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unud di Pegok Denpasar. Jadi di kebun percobaan diujicobakan, di Simantri ini implementasinya yang lebih luas,” tegasnya. Jika ditelusuri, penataan lingkungan simantri cukup asri dan kebersihan terjaga. Produksi pupuk organic baik cair dan padat berjalan lancer, tanaman tertata rapi da nada sarana rekreasi dan tempat swafoto.

Untuk menambah koleksi tanaman di simantri tersebut, Prodi Agribisnis melalui Kooprodi Dr. IDP Oka Suardi menyerahkan bantuan tujuh jenis tanaman meliputi Durian Musang King kaki 7, Kedondong tanpa biji, Jambu Samarinda, Lengkeng, Jambu Jamaica, Bunga Dahlia dan Bunga Jengger ayam. (De-Sar).   

Teaching Farm Fakultas Pertanian Universitas Udayana

 

Fakultas Pertanian Universitas Udayana mengadakan teaching farm mengenai pembibitan aneka jenis pisang oleh Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, M.S. beserta jajaran menerima kunjungan dari Kadis Pertanian Kabupaten Gianyar Ir. I Made Raka, M.Si. beserta Kabid dan jajaran meninjau pembibitan pisang dalam rangka kerja sama pengembangan aneka jenis pisang di Kabupten Gianyar (24/6) bertempat di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Jl. Pulau Moyo 16X, Denpasar. Harapan ke depan kegiatan kerja sama dua lembaga antara FP Unud dengan Distan Gianyar dilancarkan dan sukses untuk pengembangan aneka jenis pisang sebagai sumber pangan dan upakara di Bali.