MINI FESTIVAL ETALASE KE 6 TAHUN 2019 OLEH HIMPUNAN MAHASISWA ARSITEKTUR LANSKAP

Agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Himarskap sebagai program kerja bidang enam, Persiapan panjang telah dilakukan selama kurang lebih enam bulan, oleh panitia yang berjumlah 69 orang, yang merupakan mahasiswa intern dari program studi Arsitektur Lanskap. Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu 6 April 2019 di area Youth Park Taman Kota Lumintang, Denpasar.

Ida Nyoman Dwaja Sattwika, selaku ketua panitia Etalase 2019, mengatakan “Etalase tahun ini dirancang beda dengan tahun sebelumnya, tujuannya agar para peserta dan juga panitia mendapatkan esensi tersendiri dari acara ini”.  Dengan mengusung tema “Karang Awak” yang artinya adalah Penggambaran Jati Diri. Mini Festival kali ini berbeda dengan yang sebelumnya karena pada kali ini di area acara mini festival dilarang menggunakan plastik sebagai pendukung gerakan mengurangi sampah plastik di Bali. Semua pengunjung, peserta maupun panitia diwajibkan membawa botol minuman tumblr sendiri, panitia hanya menyiapkan air isi ulang saja. Dekorasi yang dipakai pada acara ini juga murni merupakan kreasi dari karya mahasiswa arsitektur lanskap yang kebanyakan berasal dari bahan bambu dan triplek.

Kegiatan ini tersusun atas beberapa acara, yaitu yang pertama adalah Exhibition yakni pameran karya mahasiswa arsitektur lanskap. Yang kedua adalah Mural Competition merupakan perlombaan seni lukis dengan media ember bekas, yang diikuti oleh 19 tim peserta dari berbagai komunitas yang ada di Bali. Yang ketiga adalah Workshop dari komunitas Trashtock yang berkolaborasi dengan Sampah Kita dan Komunitas Bank Sampah Udayana dengan peserta siswa SMP kelas 10. Yang ke empat adalah Open Talk dengan pembicara Nyoman Priyanta Popo Danes sebagai Founder of Popo Danes Architect dan Kadek Sasta sebagai Founder of SHL Asia, yang di moderatori oleh Anak Agung Kewari Krisnandika selaku dosen muda dari Arsitektur Pertamanan. Terdapat juga banyak hiburan yang dibawakan oleh Patogen Band, Rictur Music, Accoustic UKM kesenian, Modern Dance UKM Kesenian, dan Wayang PopArt dari Komunitas IPedalangan. Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai sponsor yang mengisi stand untuk memeriahkan acara ini. (Khlorofil/Foto docpanitia & workspaceculture)