Diskusi Hari Pangan Badan Eksekitif Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Udayana

Diskusi Hari Pangan  yaitu kegiatan diskusi mengenai pangan yang ada di Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Eksekitif Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Udayana dengan tema “Atasi Ancaman Krisis Pangan, Siapkah Diversifikasi Pangan?. Diskusi Hari Pangan merupakan wadah untuk bertukar pikiran dan mengemukakan pendapat terkait kebijakan- kebijakan di bidang pertanian terutama mengenai pangan yang di keluarkan oleh pemerintah, atau pun isu- isu pertanian yang sedang hangat dikalangan masyarakat.

            Sebuah dinamika perubahan dan kekuatan intelektual akan sangat diasah melalui sebuah diskusi yang akan dihadiri oleh stakeholder seperti pemerintah, praktisi, akademisi dan masyarakat umum. Diskusi Hari Pangan berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan terhadap persoalan yang timbul dikalangan masyarakat. Diskusi Hari Pangan bertujuan mewadahi adanya proses interaksi, pembelajaran, mengemukakan kemerdekaan berpikir, dan diharapkan dapat menjadi kerangka berpikir konstruktif serta solutif untuk pengembangan bidang pertanian khususnya mengenai ketahanan pangan.

Adapun maksud dan tujuan dari penyelenggaraan Diskusi Hari Pangan ini adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan pemikiran kritis dari mahasiswa terhadap ke kondisi pangan yang ada di Bali.
  2. Menyampaikan keluh kesah terhadap kondisi pangan yang ada di Bali.
  3. Mewujudkan kesatuan persepsi, mencapai mufakat dalam menemukan solusi atas permasalahan pangan yang terjadi di Bali

Pengankatan tema “Atasi Ancaman Krisis Pangan, Siapkah Diversifikasi Pangan? Dikarenakan dimasa pandemi ini, Food And Agriculture (FAO) mengeluarkan statement adanya ancaman krisis pangan di masa pandemi covid-19 ini, dengan ini juga pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bali juga mencanangkan diversifikasi pangan untuk menanggulangi ancaman krisis pangan tersebut. Untuk itu diadakannya sebuah diskusi tentang bagaimana kesiapan indonesia khususnya di bali dalam menerapkan diversifikasi pangan ini, mulai dari kesiapan pemerintah dalam menerapkan diversifikasi pangan, lalu kesiapan petani dalam memproduksi produk pangan selain beras, dan apakah masyarakat indonesia khususnya bali siap dengan adanya diversifikasi pangan mengingat sejak jaman orde baru atau sejak jaman revolusi hijau masyarakat indonesia sudah dibiasakan makan nasi. Jumlah peserta yang mendaftar dalam diskusi hari pangan 2020 ini sebanyak 317 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *