Pelepasan Calon Wisudawan Fakultas Pertanian, Universitas Udayana periode Agustus 2019

Pada Rabu (07-08-2019) di Gedung Pascasarjana Kampus Sudirman, Denpasar. Telah digelar acara pelepasan calon wisudawan Fakultas Pertanian, Universitas Udayana periode Agustus 2019. Acara ini dihadiri oleh wakil dekan I – Dr. Ir. I Ketut Suamba, M.P., wakil dekan II – Dr. Ir. I Ketut Suada, wakil dekan III – Ir. Anak Agung Ngurah Gede Suwastika, M.P., serta Koprodi, dosen , pegawai dan orang tua mahasiswa.

Acara pelepasan calon wisudawan ini dibuka oleh wakil dekan III – Ir. Anak Agung Ngurah Gede Suwastika, M.P. Beliau membuka acara sekaligus menyampaikan jumlah mahasiswa serta rata-rata IPK yang diperoleh oleh calon wisudawan pada bulan Agustus 2019 baik itu program studi Doktor, Magister, dan S1.

Dr. Ir. I Ketut Suamba, M.P. – wakil dekan I – memberikan sambutan pada acara pelepasan calon wisuda. Beliau juga berpesan agar para lulusan ini dapat meningkatkan kemampuan dibidang kewirausahaan. Selain itu, besar harapan dari fakultas agar mahasiswa bisa menciptakan lapangan pekerjaan bukan mencarinya. “Dan ini merupakan titik awal untuk kedepannya jangan sampai berleha-leha. Pertanian kedepannya yaitu internasionalisasi dan berbasis kepada kebudayaan”

Kegiatan pelepasan calon wisudawan ditutup dengan pembacaan wisudawan terbaik disetiap jenjang Program Studi. Serta adanya sesi foto bersama para dosen. (feb/khlorofil)

VISI-MISI CALON DEKAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANA PERIODE 2019-2023

Dekan Fakultas Pertanian Unud, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, M.S., akan berakhir masa jabatannya per tanggal 28 September 2019. Rangkaian kegiatan untuk pemilihan Calon Dekan periode 2019-2023 telah dilaksanakan. Pemilihan Dekan akan dilakukan dari tiga Calon Dekan melalui rapat senat yang diagendakan digelar pada hari Jumat tanggal 2 Agustus 2019. Dokumen kelengkapan persyaratan untuk setiap calon dekan ditunggu sampai dengan tanggal 31 Juli 2019.

Seluruh civitas Fakultas Pertanian Unud diharapkan mendapatkan gambaran tentang perkembangan Fakultas Pertanian di periode 2019-2023 melalui Visi-Misi yang telah diformulasikan oleh masinng-masing Calon Dekan yang diterima panitia secara berurutan sebagai berikut:

  1. I NYOMAN GEDE USTRIYANA

    Download (PDF, 44KB)

  2. NI LUH KARTINI

    Download (PDF, 621KB)

  3. I KETUT SUAMBA

    Download (PDF, 156KB)

 

 

 

Belajar Ilmu Pertanian Sebuah Pilihan Berani

Pengembangan pariwisata hanya bersifat sementara alias tidak berkelanjutan karena pariwisata akan habis pada waktunya. Manusia pun akan kembali pada sektor pertanian. Sektor pertanian menjamin kesehatan lingkungan, keamanan pangan demi kelangsungan peradaban manusia. Pilihan mahasiswa untuk belajar bidang pertanian merupakan pilihan berani dalam lingkungan ekonomi dan budaya yang mengutamakan pariwisata.

Antropolog Universitas Melbourne Dr. Graeme Macrae, Selasa (25/6) saat hadir sebagai dosen tamu di Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian Unud. Sektor pariwisata, kata Dr. Macrae, terkesan memberi peluang bisnis sangat tinggi masyarakat Bali termasuk kalangan petani. Perbedaan posisi tawar petani dengan investor pariwisata menjadikan ketimpangan pendapatan antar petani dan pelaku pariwisata semakin lebar. Pariwisata, lanjutnya, selama ini lebih memiliki kekuatan lebih kuat cendrung mengeksploitasi sumber daya pertanian, sehingga aktivitas memunculkan berbagai dampak pada kerusakan lingkungan seperti rusaknya terumbu karang, degradasi kualitas air Danau Batur.

Dampak pariwisata lainnya, lanjut akademisi internasional yang pertama ke Bali Tahun 1977 ini, petani mengalami kenaikan biaya hidup, biaya produksi, peningkatan alih fungsi lahan, dan perpindahan tenaga kerja pertanian ke sektor lain. “Akibat pariwisata, hanya satu yang tidak naik adalah pendapatannya yang terus menurun,” kritiknya. Kondisi ini diyakini mendorong petani untuk menjual atau mengontrakkan tanahnya. Ditetapkannya, Subak Jatiluwih sebagai bagian dari situs warisan budaya dunia (WBD) sejatinya membawa peluang besar mengembangkan agrowisata. WBD sebagai apresiasi integrasi pertanian dan budaya bali, dalam organsisasi subak. Integrasi ini diharapkan dapat melestarikan budaya pertanian dan menekan ancaman pariwisata.

Guru Besar FP Unud Prof. Dr. Ir. Made Antara, M.S. mengakui kondisi sektor pertanian di Bali yang “dihancurkan” sektor pertanian. Pemerintah Indonesia dan Bali, papar Prof. Antara, belum mampu membuat kebijakan yang menghindarkan pertanian dari eksploitasi pariwisata. “Harusnya Pemerintah Bali memajukan pertanian mencontoh kebijakan pemerintah Israel, usaha tani dikembangkan dengan pendekatan industry 4.0,” tegasnya. Mengatasi hal tersebut, Dr. Macrae mengusulkan Bali memiliki master plan sebagai grand design pariwisata dimana dengan master plan itu pembangunan pariwisata Bali berasakan keseimbangan. Keseimbangan pariwisata dan pertanian dapat diwujudkan dengan agrowisata.

Dekan Fakultas Pertanian Unud Prof. Dr. I. I Nyoman Rai, MS menyatakan pembangunan agrowisata harus didahului dengan program pemberdayaan masyarakat. Pasalnya, selama tiga tahun merancang pengembangan agrowisata salak di Bali Timur, kendati secara infrastruktur penunjang dan atraksi wisatanya beragam ternyata aktivitas agrowisata tidak sesuai harapan. “Pendampingan menjadi faktor kunci pengembangan agrowisata berbasis masyarakat,” katanya. Koordinator Prodi Agribisnis menjelaskan kuliah tamu yang bertemakan wisata versus pertanian menjadi agrowisata salah satu upaya prodi meningkatkan wawasan mahasiswa dan dosen terkait kajian agrowisata. Peningkatan wawasan agrowisata bagi mahasiswa dan dosen sangat penting karena agrowisata menjadi bidang unggulan FP Unud (sar).

Prodi Agribisnis Benchmarking Penyusunan SAR AUN-QA ke UGM

Sebagai salah satu program studi di Universitas Udayana yang dipersiapkan mengikuti sertifikasi ASEAN University Network – Quality Assurance (AUN-QA), Prodi Agribisnis melaksanakan benchmarking penyusunan Self-Assessment Report (SAR) ke Prodi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Departemen Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, pada 11- 12 Juni 2019.  Pemilihan benchmarking ke Prodi EPA-FP-UGM berdasarkan atas pertimbangan bahwa prodi tersebut sudah terlebih dahulu memperoleh Sertifikat AUN-QA, sehingga dapat menimba pengalaman keberhasilannya.

 

Dalam acara benchmarking tersebut, task force AUN-QA Prodi Agribisnis Unud yang beranggotakan sembilan orang dosen diketuai oleh Dr. I Wayan Budiasa, SP, MP. diterima oleh Sekretaris Departemen Sosek FP UGM Subejo, Ph.D. yang didampingi oleh Ketua Prodi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Ir. Any Suryantini, MM, Ph.D.  Pada kesempatan tersebut Ibu Any, Ph.D  yang juga didampingi oleh tim task force AUN-QAnya memaparkan secara lengkap dan detail langkah-langkah prosedur yang harus dilaksanakan dalam penyusunan SAR AUN-QA.  Disamping itu, anggota task forcenya juga menyampaikan kiat-kiat sukses menyiapkan dokumen SAR dan  menjaga kekompakan serta soliditas tim.  Acara yang bertempat di Ruang Pertemuan Program Magister Manajemen Agribisnis, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, UGM itu berlangsung lancar penuh tanya-jawab dalam suasana yang akrab.

Dengan dilaksanakannya benchmarking tersebut, Koordinator Prodi Agribisnis FP Unud Dr. I Dewa Putu Oka Suardi mengharapkan task force dapat memetik pengalaman sukses (best practice) dari Prodi EPA-FP-UGM dan menjadikannya sebagai referensi dalam penyiapan serta pelaksanaan penyusunan SAR AUN-QA, sehingga goal yang ditargetkan dapat dicapai dengan baik.  Selanjutnya, task force diharapkan dapat melangkah ke kegiatan berikutnya yakni sosialisasi sertifikasi AUN-QA kepada kalangan internal (dosen, mahasiswa, pegawai, stake holder) yang sudah dijadwalkan pada akhir tri wulan kedua tahun ini. (’dOS)

Mahasiswa Prodi Agribisnis Juara 1 Lomba Essay Garuda Sakti

Dalam rangka Lomba essay nasional dengan tema “Inovasi dan Kreatifitas Generasi Millenial Dalam Upaya Mewujudkan Indonesia Emas 2045” yang diadakan oleh Garuda Sakti Universitas Airlangga Banyuwangi merupakan Badan Semi Otonom Universitas Airlangga yang bergerak dibidang keilmuan.

Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa Mahasiswa Prodi Agribisnis Semester 4 atas nama I Putu Yudhi Arta Wijayakusuma diberi kesempatan meraih Juara 1 dengan membawakan Judul Essay “UDAYANA LOCAL SEEDS BANK: SOCIOPRENEURSHIP MILLENIAL DALAM UPAYA MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045”

240 peserta dengan berbagai kampus ternama  di Indonesia juga ikut menjadi pesaingnya , mulai dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga dan masih banyak lagi.(Setiawan/AGB)

Gubernur Bali Wayan Koster Menerima Audiensi Civitas Universitas Udayana

 

Rombongan Unud yang terdiri Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV, Dekan dan WD I FP, Ketua LPPM, WD III FK, Ka. BKM dan Panitia PIMNAS, Kooprodi Arsitektur Pertamanan dan Tim serta BEM FK melakukan audiensi dengan Gubernur Bali, Senin (27/5) bertempat di Kantor Gubernur Bali, Renon Denpasar. 

Wakil Rektor I Prof. I Nyoman Gde Antara mewakili rombongan menyampaikan agenda utama audiensi terkait dengan penyelenggaraan PIMNAS 2019 di Unud. Dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor I mewakili Rektor Unud meminta dukungan Gubernur Bali dalam menyukseskan penyelenggaraan PIMNAS di Unud. Gubernur diharapkan berkenan untuk memberikan sambutan dan menjadi keynote speaker dalam kegiatan yang akan diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia tersebut. Diharapkan pula Gubernur berkenan memfasilitasi acara penutupan PIMNAS. Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik kegiatan ini dan bersedia untuk memberikan dukungan baik dalam memberikan sambutan maupun menjadi keynote speaker. Gubernur juga siap memfasilitasi jika acara penutupan diselenggarakan di Taman Budaya Art Center  Denpasar.

Agenda lain yang turut disampaikan dalam audiensi adalah terkait penyelenggaraan International Conference yang melibatkan seluruh peneliti di dunia yang akan dilaksanakan oleh Prodi Arsitektur Pertamanan FP Unud pada bulan April tahun depan (2020) dan penyelenggaran Olimpiade Internasional oleh BEM FK pada bulan Oktober 2019 mendatang. Gubernur Bali siap mendukung dan memfasilitasi kedua kegiatan tersebut.

Sementara Ketua LPPM Unud dalam kesempatan tersebut meminta ijin dari Gubernur Bali terkait pelaksanaan KKN Unud yang akan menerjunkan mahasiswa ke desa-desa yang sekaligus juga akan melakukan sensus terhadap lansia sesuai permintaan data dari Pemkab Badung. Gubernur Bali menyampaikan bahwa Pemda juga memiliki rencana untuk melakukan sensus dalam rangka memperoleh data dasar untuk menunjang program pembangunan semesta berencana. Disamping itu Gubernur juga membahas terkait dengan pemberdayaan hasil riset dari peneliti di Unud. (Suke/IT)