Konferensi International ke-10 Bioscience dan Bioteknologi

ICBB kegiatan rutin setiap tahun yang dilakukan dengan tujuan mempertemukan para ilmuwan, peneliti, serta pendidik untuk menjelaskan dan berdiskusi mengenai hasil penelitian, pengalaman, serta ide dan pemikiran menyangkut bioscience dan bioteknologi. 

Pada hari Senin (23/09/2019) telah dilaksanakan kembali International Conference on Bioscience and Biotechnology (ICBB) ke-10 di Aula gedung Pascasarjana Universtas Udayana. International Converence on Bioscience and Biotechnology atau disingkat ICBB merupakan suatu acara yang diselenggarakan setiap tahunnya dalam waktu yang bertepatan pada bulan perayaan ulang tahun Universitas Udayana dan Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Acara ini diselenggarakan dengan adanya asosiasi antara Asia Oceania Bioscience and Biotechnology Consortium (OABBC) dengan Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Di tahun ini kegiatan tersebut mengusung tema Reasearch, Educational System and Management of Bioscience and Biotechnology toward the Industrial Revolution 4.0. Pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh  adanya perubahan dan perkembangan zaman serta teknologi, dimana pada era saat ini diharapkan bioscience dan biotechnology dapat meningkatkan kesejahteraan kehidupan manusia.

Ketua  Panitia acara ICBB ke-10, bapak I Made Sukewijaya, S.P., M.Sc.  dalam kata sambutannya mengatakan bahwa acara kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan para peneliti, ilmuwan serta pendidik dari bidangnya masing-masing  untuk berbagi pengalaman dan diskusi hasil penelitian atau penemuan, serta ide-ide dan pemikiran mereka mengenai bioscience dan bioteknologi melalui presentasi dan diskusi. Beliau sendiri mengaku bahwa ICBB adalah momen yang sangat bagus, “Acara ini momen yang bagus untuk mempertemukan peneliti dan pendidik dari negara luar.” Beliau juga menjelaskan bahwa peserta kegiatan bersifat umum, mulai dosen, mahasiswa, serta perusahaan, kegiatan tetap dalam mempresentasikan akademik seperti membahas mengenai hasil-hasil penelitian, ide-ide dalam bidang bioteknologi serta perkembangan teknologi.”

Dalam kegiatannya, International Converence on Bioscience and Biotechnology atau  ICBB mengundang beberapa pembicara yang berasal dari Jepang dan Australia, yaitu Prof. Dr. Masaaki Oka selaku rector Universitas Yamaguchi dan Prof. Dr. Takashi Ikeda dari Universitas Meiji. Sementra itu terdapat pula Prof. Dr. Acram Taji dari Universitas teknologi Queensland Australia, dan Dr. Made Sriasih dari Universitas Mataram NTB, serta Dr. I Ketut Suada dari Universitas Udayana. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari, pada hari pertama diawali dengan presentasi dan diskusi  mengenai hasil-hasil penelitian para pembicara dan dilanjutkan dengan diskusi kelas yang terbagi menjadi emat kelas dengan bahasan yang menyangkut Hama dan Penyakit, Agronomi, Agribisnis dan Landscape, serta tentang Hewan dan Kelautan. Sementara pada hari kedua  dilaksanakan workshop.

Prof. Dr. Ir. I Gede Putu Wirawan selaku salah satu pemrakarsa acara ICBB  mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memacu akademik atau pendidikan, selain itu juga penelitian. “Penelitianlah yang utama karena di dunia ini ada banyak perubahan dan perkembangan teknologi dari waktu ke waktu, sehingga dibutuhkan ide untuk penemuan-penemuan baru dan proses pembelajaran.” Jelas beliau. Beliau juga mengatakan bahwa dengan adanya acara ini  terdapat kerja sama antara instansi-instansi, baik kerja sama antar universitas, penelitian, pembuatan jurnal penelitian, dan lainnya. Tujuannya untuk mengaktifkan semua dosen supaya berorientasi pada akademik, melakukan pendidikan berbasis penelitian yang multiskill dan berkompetensi pada bidangnya. (jce/khloro)

 

Bimbingan Teknis Upsus 2019

Bimbingan Tekniks (Bimtek) Pendampingan Mahasiswa Upaya Khusus untuk Mencapai Swasembada Pangan di Provinsi Bali dilaksanakan di Denpasar mulai tanggal 18 September 2019 sampai dengan 22 September 2019.

Kegiatan Bimtek ini merupakan awal kegiatan pendampingan mahasiswa yang dilakukan untuk mempersiapkan calon pendamping mahasiswa yang akan diterjunkan ke lapangan selama 3 bulan di seluruh wilayah Provinsi Bali.  Kegiatan Upsus 2019 kali ini menekankan pada pendampingan luas tambah tanam dan optimalisasi alsintan (alat dan mesin pertanian).

Para calon pendamping ini berasal dari mahasiswa dan alumni Fakulatas Pertanian Universitas Udayana sejumlah 25 orang yang akan diberikan Bimtek selama 5 hari.  Para pemateri Bimtek berasal dari BPPSDMP Kementan RI, Polbangtan Malang, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bali, BPTP Bali, serta para dosen di lingkungan FP Unud.

Pada kesempatan acara pembukaan Bimtek Dekan FP Unud, yang diwakili oleh WD II Dr. Ir. I Ketut Suada, menekankan bahwa kesempatan menjadi pendamping kegiatan ini agar digunakan sebaik-baiknya bagi mahasiswa pendamping agar bisa bermanfaat untuk diri sendiri, dunia pertanian, dan petani pada khususnya.

Penyusunan Usul Kegiatan Magang 2019

Usul Kegiatan Magang (UKM) adalah “proposal” yang wajib dibuat sebelum pelaksanaan magang di lapang. Selain Buku Pedoman dan Prosedur Operasional Baku dapat menggunakan bahan pembekalan magang ini untuk melengkapi kedua buku wajib tersebut. UKM yang wajib dibuat adalah UKM Kelompok dan UKM Individu. 

UKM Kelompok memuat Tanaman Pangan, Tanaman Industri, dan Tanaman Hortikultra, dalam satu laporan untuk satu kelompok magang (blok).

UKM Individu memuat rencana bisnis (business plan) masing-masing untuk Tanaman Pangan, Tanaman Industri, dan Tanaman Hortikultura, dalam satu laporan untuk setiap peserta magang.

Download (PDF, 488KB)