Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Udayana Terima Rombongan Universitas Babel

Dr. Oka Suardi: Mari Kuliah Sambil Berwisata ke Bali

Koordinator Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Udayana Dr. Ir. I Dewa Putu Oka Suardi, M.Si mengajak seluruh generasi muda Indonesia termasuk dari Provinsi Bangka Belitung (Babel) untuk datang kuliah di prodi yang dipimpinnya. “Kuliah di perguruan tinggi manapun di seluruh Indonesia sebetulnya sama saja, kalau kuliah di Universitas Udayana bisa sambil nongkrong di pantai Kuta dan Sanur sekali. Kuliah sambil berwisata jadi alasan mahasiswa Prodi Agribisnis asal luar Bali memilih jurusan ini,” papar Oka Suardi ketika menerima kunjungan rombongan mahasiswa dan dosen Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Biologi Universitas Bangka Belitung di Gedung Agrokomplek Kampus Unud Jln. Sudieman Denpasar, Selasa, ( 24/4/2018).

Lebih jauh Oka Suardi memasarkan dari 150 tempat duduk di Prodi Agribisnis,  40 % lebih diisi mahasiswa luar Bali. “Prodi kami bercorak nusantara, kalau dari Pulau Sumatra kebanyakan datang dari Sumatra Utara (Medan), kalau Babel belum ada. Mudah-mudahan tahun ini atau tahun-tahun berikutnya ada anak-anak lascar pelangi menuntut ilmu disini,” selorohnya. Dijelaskan, secara umum Prodi Agribisnis di Indonesia menempati peringkat ke-8 pilihan calon mahasiswa. Tahun akademik 2017/2018, ada 1.800 peminat yang ingin masuk Prodi Agribisnis Unud dan yang diterima hanya 150 orang mahasiswa. Hal ini berarti persaingan semakin ketat.

Wakil Dekan I FP Unud Dr. Ir.  Ketut Suamba, MP menambahkan daya saing FP Unud semakin baik karena ada jurusan arsitektur lanskap dan agroekoteknologi. Terbukti peminat masuk FP Unud mencapai 3.000 orang sedangkan yang diterima sekitar 400 mahasiswa. “Bidang kajian unggulan FP Unud adalah integrasi sektor pariwisata dan pertanian sehingga keberadaan MK Subak dan MK Agrowisata yang didukung lab Subak dan Agrowisata menjadi ciri khas kami,” tuturnya. Suamba menambahkan, FP Unud memiliki dua kampus baik di Bukit Jimbaran dan Jl. Sudirman Denpasar. Keberadaan lab-lab di lingkungan FP Unud yang sangat produktif akan mampu manghasilkan lulusan FP Unud yang unggul, mandiri dan berbudaya. Prodi Agribisnis yang didukung 31 dosen mampu menghasilkan lulusan yang diterima di pasar kerja atau terjun ke dunia wirausaha.

Rombangan Jurusan Agribisnis dari Universitas Bangka Belitung, terdiri dari 42 mahasiswa dan didampingi dua orang dosen yakni Yudi Sapta Pranoto, SP.,M.Si (ketua jurusan), dan Yulia, SP. M.Si,. terkait tujuan kunjungan ke Unud,  Yudi, M.Si menjelaskan untuk menimba pengalaman pengelolaan prodi sekaligus mengajak mahasiswa mengenal “dunia luar”.  Universitas Bangka Belitung baru berdiri tahun 2006 dan tahun 2010 baru naik statusnya sebagai universitas negeri, sementara Jurusan Agribisnis baru terbentuk tahun 2010 dan menerima mahasiswa tahun 2011. Jurusan ini didukung 12 dosen, dengan daya tampung hanya 50 mahasiswa tiap tahunnya. Mahasiswa jurusan Agrisbisnis Universitas Babel, 90 % lulusan SMA di provinsi tersebut. Dijelaskan, Povinsi Bangka Belitung memiliki tiga komoditas unggulan yakni lada, karet dan sawit. “Lada putih di Babel biasanya lebih pedas, karena tanahnya mengandung timah,” paparnya. Acara ramah tamah mahasiswa agribisnis tersebut diisi acara pemuteran film pendek tentang subak produksi Prodi Agribisnis FP Unud, tukar menukar cendra mata dan foto bersama.(*)

 

The International Workshop on New Environmentally Friendly Technologies of Agriculture: problems and prospects

The International Workshop on New Environmentally Friendly Technologies of Agriculture: problems and prospectswithin the framework of the project “Research and Development Cooperation Russia-ASEAN on development and implementation of innovative agricultural technology to Incrreas sustainability of agro-ecological system” dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana bertempat di Ruang Sidang Senat Fakultas Pertanian Universitas Udayana, workshop dilaksanakan dari tanggal 9-13 April 2018.

 

 

Foto: I Putu Sudiarta

Revitalisasi Jurnal SOCA, Prodi Agribisnis Gelar Pelatihan Pengelolaan Jurnal

Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Udayana sedang memperbaiki pengelolaan Jurnal Ilmiah SOCA yang mengalami “tidur panjang” atau tidak terbit sejak tahun 2008. Setelah menetapkan susunan pengelola yang baru, dilanjutkan dengan Pelatihan Pengelolaan Jurnal yang diselenggarakan di Gedung Agrokompleks Kampus Unud, Sudirman Denpasar, Selasa (13/3/2018). Ketua Panitia Pelatihan Dr. Gede Mekse Korri Arisena, M.Agb menjelaskan pelatihan mengambil tema Langkah-langkah Menuju Jurnal Terakreditasi.  “ Kami menghadirkan narasumber dari pengelola jurnal ilmiah terakreditasi dilingkungan Unud, I Wayan Sukadana, SE., M.S.E dari JEKT, dan Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. dari Jurnal Kajian Bali, ” tegas Dr. Gede Korri.

Koordinator Prodi Agribisnis FP Unud Dr. Ir. IDP Oka Suardi, M.Si mengakui Jurnal Ilmiah SOCA yang disegani antara tahun 2002-2008 karena terbit regular dan artikel-artikelnya banyak dicitasi para akademisi. Belakangan, kata Dr. Oka Suardi, Jurnal SOCA tidak pernah terbit lagi. “ Banyak kolega kami dari luar Unud menanyakan nasib Jurnal SOCA sekarang, makanya kami bertekad membangkitkan jurnal ini seperti era tahun 2000an,” tegasnya. Sementara Wakil Dekan I FP Unud Dr. Ir. I Ketut Suamba, MP menyambut baik kebijakan Prodi Agribisnis yang berjuang merevitalisasi pengelolaan Jurnal SOCA. Dia berharap pengelola jurnal serius menimba ilmu dalam pengelolaan jurnal agar bisa terakreditasi di kemudian hari. “Mengelola jurnal memang tidak bisa hanya bermodal semangat, silahkan ajukan ke dekanat nanti kami akan alokasikan pendanaan untuk menunjang kelancaran kegiatan pengelolaan jurnal,” tegas Dr. Ketut Suamba.

Mantan pengelola Jurnal SOCA Prof. Dr. Ir. Made Antara, MS tidak dikelola secara bisnis namun dikelola secara manusiawi dalam artian penulis yang mempublikasikan tulisannya tidak dikenakan biaya.  Prof. Ardhana menegaskan tim editor harus memiliki reputasi yang mumpuni dalam penulisan artikel ilmia. “Pengelola jurnal harus jemput bola agar mampu mendapatkan artikel dari penulis-penulis ternama,” katanya. Wayan Sukada menyatakan kumpul bersama penulis untuk memotivasi dan menyamakan persepsi tentang tulisan yang diinginkan jurnal yang dikelola.

Lebih jauh Dr. Sukadana, menjelaskan tantangan pengelolaan jurnal ilmiah ini memiliki tiga tantangan besar. Pengelola jurnal umumnya tidak punya skil teknis pengelolaan Web (OJS online), tidak memilki layouter, dan tidak memiliki Proofreader (bahasa/Inggris). “Pengelolaan jurnal hanya bisa menerbitkan 40 % tulisan dalam institusi, 60% tulisan dari luar,” kata Dr. Sukadana. Prof. Ardhana menambahkan pengelola jurnal harus siap ngayah dan kerja bareng agar bisa diakreditasi. Pelatihan ini diikuti 20 orang dosen-dosen dilingkungan Fakultas Pertanian Unud.