Belajar Ilmu Pertanian Sebuah Pilihan Berani

Pengembangan pariwisata hanya bersifat sementara alias tidak berkelanjutan karena pariwisata akan habis pada waktunya. Manusia pun akan kembali pada sektor pertanian. Sektor pertanian menjamin kesehatan lingkungan, keamanan pangan demi kelangsungan peradaban manusia. Pilihan mahasiswa untuk belajar bidang pertanian merupakan pilihan berani dalam lingkungan ekonomi dan budaya yang mengutamakan pariwisata.

Antropolog Universitas Melbourne Dr. Graeme Macrae, Selasa (25/6) saat hadir sebagai dosen tamu di Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian Unud. Sektor pariwisata, kata Dr. Macrae, terkesan memberi peluang bisnis sangat tinggi masyarakat Bali termasuk kalangan petani. Perbedaan posisi tawar petani dengan investor pariwisata menjadikan ketimpangan pendapatan antar petani dan pelaku pariwisata semakin lebar. Pariwisata, lanjutnya, selama ini lebih memiliki kekuatan lebih kuat cendrung mengeksploitasi sumber daya pertanian, sehingga aktivitas memunculkan berbagai dampak pada kerusakan lingkungan seperti rusaknya terumbu karang, degradasi kualitas air Danau Batur.

Dampak pariwisata lainnya, lanjut akademisi internasional yang pertama ke Bali Tahun 1977 ini, petani mengalami kenaikan biaya hidup, biaya produksi, peningkatan alih fungsi lahan, dan perpindahan tenaga kerja pertanian ke sektor lain. “Akibat pariwisata, hanya satu yang tidak naik adalah pendapatannya yang terus menurun,” kritiknya. Kondisi ini diyakini mendorong petani untuk menjual atau mengontrakkan tanahnya. Ditetapkannya, Subak Jatiluwih sebagai bagian dari situs warisan budaya dunia (WBD) sejatinya membawa peluang besar mengembangkan agrowisata. WBD sebagai apresiasi integrasi pertanian dan budaya bali, dalam organsisasi subak. Integrasi ini diharapkan dapat melestarikan budaya pertanian dan menekan ancaman pariwisata.

Guru Besar FP Unud Prof. Dr. Ir. Made Antara, M.S. mengakui kondisi sektor pertanian di Bali yang “dihancurkan” sektor pertanian. Pemerintah Indonesia dan Bali, papar Prof. Antara, belum mampu membuat kebijakan yang menghindarkan pertanian dari eksploitasi pariwisata. “Harusnya Pemerintah Bali memajukan pertanian mencontoh kebijakan pemerintah Israel, usaha tani dikembangkan dengan pendekatan industry 4.0,” tegasnya. Mengatasi hal tersebut, Dr. Macrae mengusulkan Bali memiliki master plan sebagai grand design pariwisata dimana dengan master plan itu pembangunan pariwisata Bali berasakan keseimbangan. Keseimbangan pariwisata dan pertanian dapat diwujudkan dengan agrowisata.

Dekan Fakultas Pertanian Unud Prof. Dr. I. I Nyoman Rai, MS menyatakan pembangunan agrowisata harus didahului dengan program pemberdayaan masyarakat. Pasalnya, selama tiga tahun merancang pengembangan agrowisata salak di Bali Timur, kendati secara infrastruktur penunjang dan atraksi wisatanya beragam ternyata aktivitas agrowisata tidak sesuai harapan. “Pendampingan menjadi faktor kunci pengembangan agrowisata berbasis masyarakat,” katanya. Koordinator Prodi Agribisnis menjelaskan kuliah tamu yang bertemakan wisata versus pertanian menjadi agrowisata salah satu upaya prodi meningkatkan wawasan mahasiswa dan dosen terkait kajian agrowisata. Peningkatan wawasan agrowisata bagi mahasiswa dan dosen sangat penting karena agrowisata menjadi bidang unggulan FP Unud (sar).

Prodi Agribisnis Benchmarking Penyusunan SAR AUN-QA ke UGM

Sebagai salah satu program studi di Universitas Udayana yang dipersiapkan mengikuti sertifikasi ASEAN University Network – Quality Assurance (AUN-QA), Prodi Agribisnis melaksanakan benchmarking penyusunan Self-Assessment Report (SAR) ke Prodi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Departemen Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, pada 11- 12 Juni 2019.  Pemilihan benchmarking ke Prodi EPA-FP-UGM berdasarkan atas pertimbangan bahwa prodi tersebut sudah terlebih dahulu memperoleh Sertifikat AUN-QA, sehingga dapat menimba pengalaman keberhasilannya.

 

Dalam acara benchmarking tersebut, task force AUN-QA Prodi Agribisnis Unud yang beranggotakan sembilan orang dosen diketuai oleh Dr. I Wayan Budiasa, SP, MP. diterima oleh Sekretaris Departemen Sosek FP UGM Subejo, Ph.D. yang didampingi oleh Ketua Prodi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Ir. Any Suryantini, MM, Ph.D.  Pada kesempatan tersebut Ibu Any, Ph.D  yang juga didampingi oleh tim task force AUN-QAnya memaparkan secara lengkap dan detail langkah-langkah prosedur yang harus dilaksanakan dalam penyusunan SAR AUN-QA.  Disamping itu, anggota task forcenya juga menyampaikan kiat-kiat sukses menyiapkan dokumen SAR dan  menjaga kekompakan serta soliditas tim.  Acara yang bertempat di Ruang Pertemuan Program Magister Manajemen Agribisnis, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, UGM itu berlangsung lancar penuh tanya-jawab dalam suasana yang akrab.

Dengan dilaksanakannya benchmarking tersebut, Koordinator Prodi Agribisnis FP Unud Dr. I Dewa Putu Oka Suardi mengharapkan task force dapat memetik pengalaman sukses (best practice) dari Prodi EPA-FP-UGM dan menjadikannya sebagai referensi dalam penyiapan serta pelaksanaan penyusunan SAR AUN-QA, sehingga goal yang ditargetkan dapat dicapai dengan baik.  Selanjutnya, task force diharapkan dapat melangkah ke kegiatan berikutnya yakni sosialisasi sertifikasi AUN-QA kepada kalangan internal (dosen, mahasiswa, pegawai, stake holder) yang sudah dijadwalkan pada akhir tri wulan kedua tahun ini. (’dOS)

Mahasiswa Prodi Agribisnis Juara 1 Lomba Essay Garuda Sakti

Dalam rangka Lomba essay nasional dengan tema “Inovasi dan Kreatifitas Generasi Millenial Dalam Upaya Mewujudkan Indonesia Emas 2045” yang diadakan oleh Garuda Sakti Universitas Airlangga Banyuwangi merupakan Badan Semi Otonom Universitas Airlangga yang bergerak dibidang keilmuan.

Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa Mahasiswa Prodi Agribisnis Semester 4 atas nama I Putu Yudhi Arta Wijayakusuma diberi kesempatan meraih Juara 1 dengan membawakan Judul Essay “UDAYANA LOCAL SEEDS BANK: SOCIOPRENEURSHIP MILLENIAL DALAM UPAYA MEWUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045”

240 peserta dengan berbagai kampus ternama  di Indonesia juga ikut menjadi pesaingnya , mulai dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga dan masih banyak lagi.(Setiawan/AGB)