Bimbingan Teknis Upsus 2019

Bimbingan Tekniks (Bimtek) Pendampingan Mahasiswa Upaya Khusus untuk Mencapai Swasembada Pangan di Provinsi Bali dilaksanakan di Denpasar mulai tanggal 18 September 2019 sampai dengan 22 September 2019.

Kegiatan Bimtek ini merupakan awal kegiatan pendampingan mahasiswa yang dilakukan untuk mempersiapkan calon pendamping mahasiswa yang akan diterjunkan ke lapangan selama 3 bulan di seluruh wilayah Provinsi Bali.  Kegiatan Upsus 2019 kali ini menekankan pada pendampingan luas tambah tanam dan optimalisasi alsintan (alat dan mesin pertanian).

Para calon pendamping ini berasal dari mahasiswa dan alumni Fakulatas Pertanian Universitas Udayana sejumlah 25 orang yang akan diberikan Bimtek selama 5 hari.  Para pemateri Bimtek berasal dari BPPSDMP Kementan RI, Polbangtan Malang, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bali, BPTP Bali, serta para dosen di lingkungan FP Unud.

Pada kesempatan acara pembukaan Bimtek Dekan FP Unud, yang diwakili oleh WD II Dr. Ir. I Ketut Suada, menekankan bahwa kesempatan menjadi pendamping kegiatan ini agar digunakan sebaik-baiknya bagi mahasiswa pendamping agar bisa bermanfaat untuk diri sendiri, dunia pertanian, dan petani pada khususnya.

Penyusunan Usul Kegiatan Magang 2019

Usul Kegiatan Magang (UKM) adalah “proposal” yang wajib dibuat sebelum pelaksanaan magang di lapang. Selain Buku Pedoman dan Prosedur Operasional Baku dapat menggunakan bahan pembekalan magang ini untuk melengkapi kedua buku wajib tersebut. UKM yang wajib dibuat adalah UKM Kelompok dan UKM Individu. 

UKM Kelompok memuat Tanaman Pangan, Tanaman Industri, dan Tanaman Hortikultra, dalam satu laporan untuk satu kelompok magang (blok).

UKM Individu memuat rencana bisnis (business plan) masing-masing untuk Tanaman Pangan, Tanaman Industri, dan Tanaman Hortikultura, dalam satu laporan untuk setiap peserta magang.

Download (PDF, 488KB)

KPFP Panen Golden Melon 16 Briks

Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unud dalam rentang seminggu minggu ke depan ini melakukan panen Golden Melon dan Rock Melon. Dosen yang sekaligus petani modern, Ir. Alit Gunadi, M.S., berhasil merawat dan menghasilkan produk Golden Melon dan Rock Melon dengan kualitas buah yang baik. Golden Melon memiliki tingkat kemanisan 16 briks dan untuk Rock Melon sebesar 12 briks. Pengukuran tersebut dilakukan oleh staff pengadaan dari swalayan Tiara Dewata yang datang langsung ke kebun untuk melihat dan menguji produk hasil panen kedua jenis melon itu. Salah satu pasar swalayan terbesar di Bali ini juga melakukan penjajakan untuk kerja sama supply produk buah-buah lokal yang dihasilkan oleh KPFP ke outlet yang dimiliki Tiara Dewata. 

Komando promosi dan pemasaran oleh Dr. Alit Susanta Wirya, SP., M.Agr. dan Dr. Gede Mekse Korri  Arisena, SP., M.Agb. akan membawa produk buah-buah lokal hasil kebun percobaan FP untuk dinikmati khalayak warga kota Denpasar dalam rangka meningkatkan konsumsi buah lokal, demikian yang disampaikan kepala KPFP Unud, Prof. Ketut Budi Susrusa. Saat ini, kebun percobaan juga menanam beberapa jenis buah seperti jambu kristal, pepaya, jeruk limo, buah naga, dan beberapa jenis labu. Diharapkan kebun percobaan FP dapat menjadi etalase bagi budidaya buah lokal dan juga promosi konsumsi buah lokal, khususnya di pulau Bali. (Niek/Tim IT)

Mahasiswa FP Unud Juara 1 Lomba Karya Tulis Nasional PRISMA 2019 di Universitas Brawijaya

Tim mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) UNUD meraih juara satu dalam lomba karya tulis ilmiah nasional Pekan Riset dan Ilmiah Mahasiswa (PRISMA) Ke-8 yang berlangsung pada 6-8 September 2019 di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Mereka adalah I Putu Yudhi Arta Wijaya, Mazroatul Khusni dan Ni Kadek Ayu Marta Kusumawati. Mereka mahasiswa Jurusan Agribisnis dan Agroekoteknologi yang berkolaborasi untuk Fakultas Pertanian Universitas Udayana di kancah nasional.

Kompetisi ini diikuti lebih dari ratusan  tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tim Universitas Udayana berhasil memboyong juara satu dengan mengajukan karya tulis berjudul Bali Local Seeds Bank di bawah bimbingan I Gede Setiawan, SP, M.Si. Yudhi menjelaskan gagasan yang diusung merupakan sebuah inovasi program kembali ke benih lokal dalam penggunaan pertanian yang ramah lingkungan dan untuk pelestarian biodiversitas tanaman untuk mendukung kedaulatan pangan nasional dan Indonesia agridaya dalam SDGs 2030. Bali local seeds bank ini dapat dimanfaatkan oleh petani, akedemisi, dan masyarakat umum. “Bali local seeds bank ini sebagai penyelamatan benih local untuk pelestarian biodiversitas tanaman yang sesuai dengan ajakan gebenur Bali untuk kembali ke produk local sehingga nantinya dapat mendukung kedaulatan pangan nasional dan Indonesia agridaya dalam SDGs 2030,” tuturnya. Metode ini dilakukan sebagai bentuk program yang memiliki dua aspek teknis dan aspek sosial ekonomis. Dalam aspek teknik terdapat manajemen pembagian usaha hasil dan ketersediaan benih dilakukan dengan cara siklus penyelamatan benih lokal. Dalam aspek sosial ekonomis ini sesuai dengan nama programnya yang bisnis sosio-agri-preneurship.(Maz/Agb)